Peningkatan Kesiapan Masyarakat Terhadap Kebencanaan (Gempa Tsunami) di Pesisir Selatan

News

Negara Republik Indonesia yang juga merupakan bagian dari masyarakat dunia dan juga bertanggung jawab untuk melindungi masyarakatnya sendiri dari bencana telah mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (PB). Undang-undang ini bertujuan untuk memberi perlindungan kepada kehidupan dan penghidupan yang ada di negara Republik Indonesia dari bencana dengan cara menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan terintegrasi.

 Salah satu realisasi dari undang – undang tersebut dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Nadan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pusat Studi Bencana Universitas Andalas untuk meningkatkan kesiapan Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana. Kegiatan dimulai dengan pengenalan hingga kegiatan yang melibatkan peran aktif dalam penanggulangan bencana. Kabupaten Pesisir Selatan yang terbentang sepanjang pantai barat Pulau Sumatera sangat rentan terhadap bahaya tsunami sementara masyarakat yang akan mengevakuasi diri terlebih dahulu harus terhindar dari runtuhnya rumah akibat gempa yang memicu tsunami tersebut. Untuk itu selain adanya perencanaan evakuasi tsunami, rumah masyarakatpun harus dibuat aman terhadap gempa. Dalam hal ini peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa meduduki prioritas yang harus lebih diutamakan.

 Untuk mendapatkan maksud diatas tersebut, maka dibuatlah rangkaian kegiatan dalam satu tahap pelaksanaan.  Rangkaian kegiatan bertujuan untuk melaksanakan:

–   Seminar dan workshop kebencanaan

–   Pelatihan tukang untuk pebuatan rumah aman gempa

–   Pembuatan contoh rumah aman gempa dengan penyesuaian kebiasaan lokal (rumah type-36)

Acara ini dilakukan tanggal 30 Oktober 2012 s.d 05 November 2012. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara LPPM Unand/PSB Unand, Kementerian RISTEK, dan BPBD Kab. Pesisir Selatan.